Minggu, 26 November 2023

 KABAR HARI INI

https://bercahayafm.cilacapkab.go.id/lppl-bercahaya-fm-cilacap-raih-penghargaan-kpid-awards-2023/

LPPL BERCAHAYA FM Cilacap mendapatkan penghargaan kategori fFEATURE KATEGORI TERBAIK 1 dalam ajang  Anugerah Penyiaran KPID Jawa Tengah Awards 2023.Penghargaan  diserahkan langsung oleh Ketua KPID Provinsi Jawa Tengah Muhammad Aulia Assyahiddin kepada jajaran direksi Bercahaya FM di Gedung TVRI Jawa Tengah, Jumat (17/11/2023) di Semarang, TVRI Jawa Tengah.

Kebetulan Karya Feature tersebut ditulis oleh Saya pribadi : Yuli Misgiyati, yang sekaligus bertindak menjadi produser dan editing. Feature berjudul : "Pedagang Keliling dan Sepeda Ontelnya yang Berkarat " tersebut melalui proses pembuatan yang panjang. Pengumpulan materi, survey dan produksi. Meski hanya  berbentuk audio ( MP3 ) namun cukup detail dan berhati-hati dalam sesi penulisan, maupun editing. 

menyingkirkan sekitar 200 an karya feature lainnya, alhamdulillah membuahkan hasil yang TERBAIK.

Saya pribadi mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang terlibat, baik langsung maupun tidak langsung. 

Salam Literasi Indonesia


Yuli M/ Gea Julia












Minggu, 19 November 2023

 Sembilanbelas November duaribu dua puluh tiga...

Sore itu ia bergegas memarkirkan sepeda motor putihnya. Dari rumah dia sudah berdandan dan memoles diri.

Bersiap ia dengan sekotak musik yang diselempangkan di pundak. Pakaian mini menggoda sudah ia kenakan. Dandanan menor tentu sudah dirancang. Tak lupa caping ia kenakan, sebagai ciri khasnya. Ya.. biar beda aja laaah dari PENGAMEN yang lain.

Lelaki gemoy itu beraksi.

Dari orang ke orang, dari satu pengunjung ke pengunjung yang lain di pantai itu. Pantai Teluk Penyu yang indah dan segar dengan pemandangan Pulau Nusakambangan di sisi Selatan. Suasana sore itu memang sangat mendukung. Tidak terlalu terisk, terkadang redup. Jadi sangat pas buat orang-orang terutama anak muda untuk menghabiskan waktu liburan Minggu di pandat. Bersantai menikmati segelas kopi dan mendoan anget, sambil memandangi deburan ombak dan anak-anak kecil yang berlari.

Ok, dia kuikuti terus...melihat aksinya yang gemoy dan menggemaskan, dan kadang sedikit nakal, aku berusaha cuek, dan iapun tau, kalao aku membuntutinya. Namun ia berusaha untuk seolah tidak mengenaliku.

Aku tak peduli. Kubidikkan terus kamera yang kukalungkan di pundakku. Meski beberapa kali terhambat, card- terkunci. Hmmm.... aku berhasil membidiknya untuk beberapa jepretan. Ya, sesekali kuselingi menggunakan HP yang kupegang, sebagai cadangan jika camera-ku kepayahan dalam mengambil gambar.

Okelah, begitu ceritaku sore kemarin.

Hunting yang menyenangkan.

Thank you kawan, semoga sukses buatmu.

Salam perkawanan. wkwkwkwkk...

Merdeka.

By Yuli Misgiyati alias Gea Delia.









Kamis, 16 November 2023

FEATURE : PEDAGANG KELILING DAN SEPEDA ONTELNYA YANG BERKARAT

 

JUDUL : PEDAGANG KELILING DAN SEPEDA ONTELNYA YANG BERKARAT

● Karya : Yuli Misgiyati /Delia Gea Julia

● Instansi : **** B**C*** FM C****p

● Kategori : Non-Fiksi

● Format : MP3 /  Radio Version

● Segmentasi : Usia 16-50 tahun

● Genre : Feature

● Tujuan : Agar Kita belajar menghargai kesederhanaan

● Durasi : 9 menit 37 detik

 

 

Terik matahari tak menyurutkan kakinya/ untuk terus mengayuh sepeda ontel dengan  jarak hingga puluhan  kilometer setiap harinya // Penampilannya sangat sederhana, kulitnya menggelap karena sengatan sinar matahari, wajahnya tanpa kosmetik, berbaju ala kadarnya, berkerudung, memakai sendal jepit // Dengan sepeda mininya yang mulai reyot dan berkarat di beberapa bagian besinya, dia kayuh sepeda ontelnya dengan penuh harapan // Berangakt    pukul delapan pagi  menjajakan dagangan,  dan pulang siang  harinya//  Ya,  Poniyatun namanya, biasa dipanggil Mba Aat// Dia berkeliling ke pelosok tempat / ke rumah - rumah… menjajakan jajanan seperti cistik, seriping pisang, telor asin dan lain-lain //

=  menawarkan dagangan =

Oiya, sebelum berdagang keliling, hampir  setiap hari , sekitar jam enam pagi dia ke pasar untuk berbelanja bahan mentah untuk dagang  gorengan // Setelah pulang dari pasar,  dia mengurus ayahnya yang telah renta :  memandikan serta memberi makan ayahnya// Rupanya ia sangat sayang pada ayahnya, apalagi sejak Ibunya meninggal, terlebih, kini orang tua itu sudah pikun//

=  mendulang Ayah =

Selesai mengurus ayahnya, ia beristirahat  sebentar, untuk kemudian berkeliling menjajakan dagangannya //

= bersepeda =

Setelah berkeliling jualan,  sekitar jam dua belas siang / dia  sampai di rumah// Setelah beristirahat sejenak, dia berberes untuk mempersiapkan sore hari berjualan goreng - gorengan  yang dia racik sendiri /dan jualannya  mangkal menggunakan  gerobak di tepi jalan RE Martadinata  Cilacap//

= menata barang di gerobak=

Tangannya tampak licah mencuci gerabah dan mempersiapkan dagangan // Tepung, minyak goreng, pisang, mendoan, tahu dan lain-lain diperisapkan untuk dijajakan sore  harinya // Jualannya laris, apalagi kalau musim dingin, orang suka membeli gorengan seperti mendoan, atau pisang goreng //

==  di warung menggoreng ===

Malam hari, sekitar pukul tujuh,  suaminya yang sudah tidak bekerja, menggantikan dia berjualan // Sedangkan dirinya, pergi mengambil dagangan cistik, seriping dan lain-lain ke lokasi pembuatan jajanan ,   yang akan ia jajakan esok harinya dengan  mengayuh sepeda ontelnya// Ya, dia tidak memproduksi sendiri jajan dagangannya, dia hanya mengambil untung dari barang yang ia beli dari  pembuatnya//

Usai mengambil barang dagangan, dia pulang//  Sekitar jam sepuluh malam,  dia baru dapat merebahkan fisiknya dalam peraduan/ di kamarnya yang sempit dan sedikit berdebu //

 

Peluh dan keringat Kelelahan fisik , tak melunturkan semangatnya // Bahkan menjadikannya seakan lantunan doa yang penuh harap - akan terkabulkan segala keinginannya// Pun dikala tubuhnya mulai renta dan sakit. Ia masih tak peduli / saat usianya mendekati lima puluh tahun ini //

Insert Mba Aat : (memang nggak capek ? )

Insert Mba Aat : ( kalau sakit gimana ? )

Meski hanya seorang penjaja makanan ringan dan penjual gorengan, yang hanya sekolah sampai SMP, Mba Aat punya banyak uang ! Di dalam tasnya yang diselempangkan di pundak, uangnya, ratusan ribu  setiap harinya bisa dia dapatkan// Dia bahkan mampu menyekolahkan kedua anaknya hingga lulus SMA // Meskipun begitu,  Dia tetap rendah hati//   Dia juga termasuk orang yang loyal terhadap teman-temannya// Suka memberi dan berteman dengan siapapun //

Insert TEMAN  1: A

Insert TEMAN 2 : B

Insert Teman 3 : C

Ya, meskipun uangnya banyak, Mba Aat yang  berjualan sejak 20 tahun yang lalu,  sampai saat ini masih menaiki sepeda ontel.// Padahal,  saat ini, banyak keluaran sepeda motor baru dan bagus – bagus, bahkan sudah ada sepeda listrik, tapi  ternyata belum terpikirkan olehnya untuk mengganti sepedanya dengan sepeda motor, meskipun sesungguhnya, dia mampu untuk membelinya //

Insert Mba Aat : ( setia pada sepedanya )

Rupanya Dia sangat sayang pada sepeda ontelnya, seperti rasa sayangnya  kepada kehidupan //

Insert Mba Aat :  ( prinsip hidup )

Mba Aat  tidak pernah bermimpi hidup mewah dan bergelimpangan harta // Kebahagiaan baginya, adalah memiliki banyak teman, sahabat dan senang berbagi // Baginya, hidup yang berbagi adalah hidup yang menghidupkan orang lain / dan itu - adalah kehidupan yang berharga //

Bagi dia, sepeda ontelnya , tak kan tergantikan  di hati sampai kapanpun// Karea ia punya banyak cerita dan sejarah perjuangan hidup// Ya...  meskipun reyot dan berkarat  dan beberapa kali mengalami perbaikan seperti  besi patah, ban bocor , atau  kerusakan lainnya.//  Ia tidak akan meninggalkannya// Baginya, Tak ada yang setia dalam hidup, selain Tuhan dan sepeda ontelnya ///

Selesai


Dalam voice : 

 https://www.youtube.com/watch?v=UI388K1pBic&t=39s

 




 

 

Senin, 26 Desember 2022

                                “ MENGASAH KEPEKAAN WUJUD KESETIAKAWANAN SOSIAL“


Aku melihat Royan, anak tetangga berumur enam tahun sedang menangis di tepi jalan. Ketika kutanya mengapa ia menangis, ia menjawab, bahwa kakaknya Fateh yang berumur delapan tahun berbohong akan meminjamkan sepeda kepadanya saat pulang dari bermain. Sehingga membuat Royan berjalan kaki untuk pulang ke rumah. Sambil kutepuk pundak mungilnya, aku mengatakan “ Sudah, tenang saja, nanti juga kakakmu akan memberikan sepedanya kepadamu. Sekarang pulanglah, dan jangan menangis lagi !”

Ini berbeda denganku dahulu. Dulu, Kami kakak beradik berjalan beriringan. Aku menggandeng tangan adikku, menjaganya agar jangan sampai menyeberang jalan sendiri. Bersepeda, kami bergantian atau berboncengan.

Sudah seluntur itukah Kita ?

Cerita tersebut bukan ukuran kehidupan kita sebagai bangsa Indonesia saat ini, namun menjadi gambaran bahwa saat ini di tengah guncangan alam, arus global dan peradaban dunia , nilai kesetiakawanan dan kepedulian kita terancam.

Yang menjadi keniscayaan adalah kepada siapapun, di manapun, kapanpun dan bagaimanapun kita dituntut untuk peka. Kepekaan inilah yang harus terus kita asah melalui berbagai masalah dengan cara penyelesaiannya. Sama seperti bangsa kita yang sedang diguncang berbagai permasalahan. Bencana alam, korupsi, hukum, HAM, narkotika, pelecehan seksual, gizi buruk, ancaman keamanan dan masih banyak peristiwa yang membutuhkan sikap peduli dan toleransi kita. Harus seperti apakah kita? Ya, peka. Peka adalah tergerak hatinya, bertindak dan meringankan kesulitan orang lain. Peka adalah salah satu kekayaan jiwa seseorang. Setiap kita dapat menumbuhkan sikap peka dengan memiliki empati dan toleransi. Tanpa ini, kepekaan akan sulit tercipta. Sama halnya, jika kita pakai narkoba, itu berarti tidak peduli dengan diri sendiri. Ini nol kepekaan !

Dengan kepekaan, kepedulian dan rasa bertanggungjawab,  inilah sikap yang niscaya terus dipupuk. Tak perlu luntur hanya karena kita lebih tua atau muda. Tak usah hilang rasa peduli meski kita kaya atau miskin. Tak usah malu jika kita cacat fisik atau tidak. Bukankah di mata Tuhan, kita sama? Menjadi mahkluk yang saling membutuhkan, kita dapat bersama –sama membangun kepekaan dalam kehidupan sehari – hari dengan memahami peristiwa yang terjadi di sekeliling kita. Dan jangan lupa juga, dengan berbagi dapat membuat kita bahagia. Inilah hal kecil yang dapat memulihkan bangsa kita dengan segera dari keterpurukan pandemi covid 19. Kita harus bersama – sama bersinergi menciptakan perdamaian, kesetaraan, kebersamaan dan rasa cinta dan saling memiliki satu bangsa, satu tanah air, Indonesia. Dengan kepekaan dan keihlasan berbagi kita bangkit membangun bangsa ini. Agar terus berputar seperti roda sepeda Royan.

Bukankah naik sepeda berboncengan itu menyenangkan ?

by Yuli Misgiyati


Selasa, 08 November 2022

 

“ PEREMPUAN DARI KOTA PENJARA “

Dengan gugup perempuan bermuka pucat di balik kaca gedung berlantai lima itu menunjukkan selembar kertas besar bertuliskan sesuatu. Menempelkannya di kaca jendela , berharap  di luar ada orang  yang membacanya.  Sambil sesekali melambaikan tangan, berisyarat “bawalah aku pergi dari sini “

Ia belum selesai melakukan  pekerjaan rumah. Ya, rumah majikan ! Lima lantai lengkap dengan basement dan kolam renang. Ia menyebutnya sebagai rumah kaca penjara modern.  Tak ada akses komunikasi. Tak pernah tahu bagaimana  dunia luar. Ia bahkan  mengerjakan pekerjaan rumah tangga setiap hari, hampir tanpa henti.  Lelah dan kepedihan mendalam mengisi hari-harinya. Lebih mengenaskan lagi bahwa semua itu dilakukannya tanpa mendapatkan upah alias gratis ! Dengan alasan, PKL alias  Praktik Kerja Lapangan !  Ia di Hong Kong  dalam penampungan serasa di penjara Nusakambangan!

Ia, Judy Houyai alias Tuti , ya, Sri Martuti !  Buruh Migran Indonesia asal Cilacap, Jawa Tengah. Perempuan subur itu, bobotnya turun drastis menjadi  hanya 47 kilo dari sebelumnya 70 kilogram ! Semua pekerjaan dilakukan menggunakan tangan ! Ia tak mendapatkan makanan layak, bahkan semangkuk nasi putih tanpa lauk ia dapatkan hanya setiap jam tujuh malam ! Tak ada tempat tidur empuk. Kala musim dingin  saat suhu dibawah 10 derajat celcius, ia tidur di rooftop di lantai atas tanpa kasur, bantal , selimut  ! Lebih mengenaskan lagi hari - harinya dipenuhi dengan kekerasan fisik. Dipukul, dicubit, dijambak, ditendang, dicakar, disundut rokok, dijepit ke pintu dan sejumlah kekerasan lain adalah hal yang biasa baginya. Saat itu, tahun 2009 kala tersirat  harapan besar bahwa bekerja di luar negeri, akan pulang membawa segepok uang, berharap dapat  melunasi hutang  rumah sakit yang jumlahnya Rp 17 juta ! Adalah biaya perawatan kedua anaknya yang keluar masuk rumah sakit kala itu. Dan terpaksa anak-anak sekecil itu harus hidup bersama neneknya tanpa belaian seorang ibu, bahkan ayah yang sudah pergi entah kemana.   

Langit pekat tanpa bintang melengkapi gelapnya hidup. Malam terburuk menyeringai seketika. Saat seorang lelaki memperkosanya.  Ini peristiwa kedua ! Berteriak, suaranya hanya terdengar di langit. Menangis, hanya dinding  yang memahami. Gamang. Gelap !! Deras air mata terbiarkan tak terseka. Ia  lalu dengan sengaja melompat dari gedung berantai lima. Buugh! Bunuh diri tapi tak mati ! Syok! Meski merepotkan petugas rumah sakit dan beberapa temannya, tapi sungguh hari itu hari keberuntungan buatnya. Ia masih hidup , tapi luar biasa efeknya, itu membuat trauma makin menggila.

Sejak aksi itu, Sang  Bos ketakutan lalu mengembalikan Judy  ke agen. Judy dianggap berhutang biaya penempatan.  Oleh agen, Judy dilarang pulang ke Indonesia. Bahkan ia dikirim, ya,  lebih tepatnya dijual ke China dipekerjakan  tanpa digaji sama sekali selama 6 bulan , sebagai cara untuk membayar hutang.

Usai dari Cina, Judy dikembalikan ke Hong Kong. Bekerja tanpa digaji. Dijual lagi ke Cina, kembali lagi ke Hong Kong. Bekerja tanpa digaji dengan alasan membayar hutang penempatan karena majikan baru. Permainan agen kala itu benar- benar membuatnya tidak berdaya. Selain menerima kepahitan nasib. Itu berlangsung hingga dua tahun ! 

Asap rokok sesekali mengepul dari mulutnya. Hingar bingar diskotik terasa mengencerkan otaknya. Sambil tertawa bersama teman  - teman lelaki dan perempuannya ia menenggak minuman dalam gelas kecil yang ia tuang dari botol unik. Alkohol. Sesekali mengenduskan hidungnya ke wajah perempuan kesayangan disampingnya. ( Ya, perempuan ! )  Senyum tipis guratan kehidupan hedonis dan glamor.  Dunia hitam adalah titik terendah kedua dalam perjalanan hidupnya setelah aksi lompat gedung.

Usai pembuangan dari China , Judy kehilangan arah.  Trauma yang semakin berat membuatnya merasa tak punya harapan hidup bahagia.  Sering kali ia berpikir Tuhan itu jahat dan sangat tidak adil !  Ia merasa sangat menderita jiwa dan raga. Ia merasakan kepedihan yang sangat dalam , penderitaan yang selalu menderanya dan merasa hancur. Ia merasa tidak punya siapa – siapa. Hidupnya selesai sudah!

Wajah kedua anaknya yang tak pernah ia jumpai selalu terngiang dalam pikiran. Teringat saat masih bayi – bayi,  mereka dininabobokan dalam dekapan kala malam menjelang. Terngiang suara rengek dan gelak tawa anak – anak kecilnya kala pagi.  Tergambar bagaimana anak – anak kecilnya belajar melangkahkan kaki. Terbayang bibir mungil anak – anaknya, kapan lagi dapat mengecup pipi mereka yang lucu?  Rasanya waktu berjalan begitu cepat. Ia tersadar  betapa ia telah banyak  kehilangan. Anak- anak kecilnya kian hari kian bertumbuh.  Ya, waktu yang hilang, sangat mahal untuk ditebus bahkan tak  dapat ditebus dengan apapun !  Ia, kehilangan waktu bersama  anak – anaknya. Maka ia tak akan membiarakan sia – sia semuanya. Ia tersadar bahwa merekalah  sesungguhnya kekuatan  untuk melanjutkan hidup.

Judy menyeka air mata di sudut jendela. Ia mendengar suara majikannya baru datang dari luar kota. Ia menyambutnya dengan sigap dan gembira. Majikannya kali ini tidak seperti majikannya yang dulu. Dia, oh ya, mereka sangat baik , terbuka dan support. Dari kehidupan yang membaik inilah merasa ternyata, kerapuhan itu hanya balutan sesaat meski waktu yang ia jalani teramat panjang. Perlahan, ia merasa kepedihan hidupnya adalah pita cantik yang mengikat kuat jiwanya. Pelan – pelan ia bangkit. Mengubah cara pandang hidup. Mengubah kehidupan meski tak semudah melambaikan tangan. Inilah kekuatan amazing dalam dirinya yang “menghidupkan” kembali hidupnya.

Ia mulai membuka diri. Berinteraksi dengan dunia luar. Sejak 2013 ia aktif di beberapa NGO (Non Government Organizations) atau LSM Hongkong antara lain International Organizations for Migration (IOM) Hong Kong,  Christian Action , Equal Opportunities Commission (EOC) atau Komisi Kesetaraan, Path Finders Hong Kong. Tahun 2013 masuk organisasi Mandiri Sahabatku menjadi tutor public speaking hingga saat ini sekaligus menjadi senior kopasusnya Mandiri Sahabatku di Hong Kong. Pada Oktober 2014 ia membangun organisasi sosial pertama di kalangan BMI (Buruh Migran Indonesia) di Hong Kong  diberi nama Gerak Sedekah Cilacap (GSC). Kegiatannya menggalang dana diantara teman – teman  BMI di Hong Kong kemudian menyalurkannya pada masyarakat kurang mampu dan dhuafa di daerah asal kampung halaman. Bahkan berkembang ke beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, Jepang dan Taiwan. Bahkan beberapa daerah di Indonesia seperti di Tulungangung, Kebumen, Banjarnegara juga terbentuk GSC. Dirinya menjadi penasehat. Iya, GSC bergerak hingga hari ini.

Judy pernah membuka usaha di kampung halaman berupa Bakso Steak yang dikelola oleh keluarga. Ia juga membuka usaha konveksi dan percetakan / sablon clothing meski kini omset menurun karena pandemi covid 19. Di tahun 2016 ia melebarkan usahanya dengan membuka rumah kost, masih berjalan hingga hari ini.

Pada Maret 2016 Judy berhasil membentuk LACI - Lingkaran Aku Cinta Indonesia. Adalah penggabungan dari beberapa organisasi di Hong Kong yang bergerak di bidang keagamaan, sosial, wirausaha, keterampilan, advokasi BMI ( Buruh Migran Indonesia ) dan lain-lain yang bertujuan aktif dan terus bergerak membangun kepribadian dan karakter yang kuat untuk mencapai kehidupan buruh migran Indonesia yang lebih baik. Dari sinilah tercipta buruh migran – buruh migran yang handal, terampil, maju, mandiri, modern, berprestasi dan bersahaja. LACI menepis anggapan masyarakat bahwa tenaga kerja wanita Indonesia adalah babu yang rendah, hina dan tanpa harga diri. Bahkan pernah, bersama LACI, Judy melurug MKD - Mahkamah Kehormatan Dewan memperkarakan Fahri Hamzah (Ketua DPR RI kala itu ) atas cuitannya yang melecehkan Buruh Migran Indonesia. Judy datang ke Jakarta dari Hong Kong, khusus menuntut Fahri Hamzah meminta maaf atas anggapannya yang miring tentang buruh migran Indonesia. Hal ini viral di media sosial bahkan diliput beberapa televisi nasional Indonesia.

Memiliki jiwa petualangan membuat Judy tak bisa diam. Di Hong Kong selain bekerja ia sekolah lagi di FISIP  UT mengambil jurusan ilmu komunikasi. Selain itu ia rutin bersama KJRI Hong Kong  ( dalam hal ini Pensosbud dan bea cukai ) melakukan sosialisasi kepada teman-teman organisasi tentang human trafficking . Bersama IOM – International Organization for Migration – lembaga yang dibentuk PBB yang menangani human trafficking, Judy juga melakukan  sosialisasi tentang human trafficking. Ia menjadi role model. 

Ia belajar banyak hal di Hong Kong. Mulai kursus memasak, pemrograman , bahasa inggris, jurnalistik dan lainnya. Ia pernah menjadi juara dalam program Coding Mum Bekraf Mandiri sebagai peserta dengan website terbaik. Judy  pernah bertemu Presiden Joko Widodo dan kepala BNP2TKI serta sektama BNP2TKI saat kunjungan presiden ke Hong Kong pada 30 April 2017. Saat itu ia mengadukan kebijakan Universitas Terbuka yang menghapus registrasi online bagi mahasiswa mandiri. Aksinya tidak sampai disini. Ia juga peduli kesehatan. Ia pernah mengadakan sosialisasi kesehatan dengan menggandeng LSM Hong Kong Rainlily tentang pap smear gratis.

Saat Corona melanda Hong Kong Judy yang saat itu berusia 42 tahun. tak tinggal diam. Dahsyatnya efek corona pada pertengahan tahun 2020 di Hong Kong membuat chaos negara itu karena terjadi kelangkaan masker. Judy berinisiatif dan mengirim surat meminta bantuan kepada Pemkab Cilacap. Oleh Dinas Kesehatan Cilacap  kemudian dikirim masker sejumlah 15.000. Judy bersama teman – temannya menggalang kekuatan dengan KJRI Hong Kong menjadi  relawan covid 19 . Aktivitasnya mengurus hal – hal terkait kontribusi kelengkapan alat kesehatan. Begitu pula saat Indonesia terdampak covid 19. Ia sangat  peduli pada masyarakat Cilacap tempat kelahirannya. Bekerjasama dengan Pemkab Cilacap, Judy dan beberapa teman komunitas, pribadi maupun berkelompok, berhasil mengirim bantuan kesehatan, pakaian dan kebutuhan kesehatan bagi nakes dan sebagian masyarakat Cilacap.

Sepak terjangnya tak hanya itu. Bersama KJRI Hong Kong ia sering melakukan kegiatan sharing karya baik kuliner, seni, budaya dan lain – lain. Ia juga  tergabung dan aktif sebagai koordinator para mantan BMI Hong Kong yang telah kembali ke tanah air melakukan berbagai kegiatan dan pendampingan PMI ( Pekerja Migran Indonesia ) dalam Forum Komunitas Cilacap ( FKC ) – Hong Kong. Awal 2021 ia menginisiasi kegiatan FKC – Hong Kong tentang tata boga. Kemudian yang kedua kali mengadakan pelatihan Digital Marketing. Itu dilakukan karena ia sangat peduli nasib para PMI setelah pulang ke tanah air. Tujuannya adalah membangun  para Pekerja Migran Indonesia Purna agar tetap aktif, produktif, maju dan  mandiri. Bahkan kegiatan itu diapresiasi oleh pemerintah kabupaten Cilacap dan mendapat dukungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Judy juga pernah membantu kepulangan seorang PMI bernama Rasinem. (Saat itu Rasinem sedang koma di salah satu rumah sakit di Hong Kong dan akhirnya meninggal ). Padahal Rasinem berstatus recognized . Ini artinya mustahil seseorang yang tidak memiliki kewarganegaraan bisa kembali ke tanah air dalam keadaan meninggal dunia. Apalagi keluarga Rasinem saat itu tidak diketahui identitasnya. Namun berkat upaya dan  kegigihan Judy beserta kawan – kawannya, akhirnya berhasil  menemukan keluarga Rasinem setelah hilang kontak selama sekitar 26 tahun hanya berbekal fotocopy paspor yang sudah expired ( tahun 2013 ). Ini adalah kejadian langka dan pertama kali terjadi pada PMI yang sudah meninggal dunia dan recognized tetapi bisa pulang ke kampung halaman.

Tak hanya aktif di organisasi, Judy yang hobi traveling ini sadar kemampuan dirinya. Ia suka sekali menulis.  Ia menjadi kontributor salah satu media di Hong Kong.  Sejak 2016 sudah menulis buku. Empat buku telah terbit yaitu  Langkah Menjemput Sukses (2016), Kisah Serumpun Bunga (Antologi Puisi 2017), 25 Stories of Tea Bag  (Kisah hidup Perempuan dari Penjuru Negeri) – 2017, dan My Voice Vol. 4 ( Journeys of Survival, Empowerment and Self-Compassion) -2022.

Buku My Voice , ditulis dalam bahasa inggris. Ini adalah gabungan beberapa penulis dari berbagai negara seperti Indonesia, Australia, Singapura, dan lainnya. Judy menyampaikan perasaan mendalam tentang bagaimana ia berempati pada sesama terutama pada yang mengalami penderitaan dan kepahitan hidup. Termasuk tentang keadilan dan batasan hukum bagi PMI agar mereka  dapat melaporkan dan membuat klaim atas nama keadilan. Serta banyak hal tentang kehidupan pekerja migran dan apa yang sebaiknya dilakukan.

Kegilaannya semakin menjadi. Akhir 2019 produksi Film berjudul “DEA” dengan  sutradara  Italia bernama Alberto Gerosa. Dibintangi artis Indonesia Dea Panendra, pemeran Novi di film Marina Pembunuh Dalam Empat Babak dan aktor Italia Bruno Zanin. Judy selain mengambil peran juga menjadi kontributor  ceritanya. Bahkan hampir  99 persen ia yang menulis ceritanya. Film “DEA” baru tayang Oktober 2022 di bioskop Hongkong.  Belum lama bersama IOM , International Organisation of Migrant Hong Kong  ia juga terlibat pembuatan film dengan sutradara dari Perancis yang saat ini dalam proses editing.  Film – filmnya bercerita tentang buruh migran dan dampak covid 19.



Kini, ia melupakan kesedihan. Bahkan, tak ada lagi kata bunuh diri dalam hidup. Karena hidup, harus dipertahankan. Seburuk apapun masa lalu, diri tetap harus memaafkan.  Judy telah berhasil memenangkan  pertempuran hidup dalam kerasnya kehidupan di dunia.  Ia adalah perempuan yang kuat dan tangguh . Ia menguatkan dirinya sendiri dan orang lain. Menurutnya salah satu kebahagiaannya adalah dengan cara peduli pada orang lain. Seperti yang dikatakannya, “ Bangkit, Berjuang dan Berjuang untuk martabat kemanusiaan pekerja migran perempuan. Rise and Fight: Live to Keep Others Alive...You are NOT ALONE. Bangkit dan Berjuang : Hiduplah untuk Menjaga Orang Lain Tetap Hidup ... Kamu TIDAK SENDIRI “

 

***

 

Catatan kaki:

agen : perusahaan penyalur tenaga kerja

rooftop : atap datar berupa dak beton pada rumah

syok : kaget, terkejut, jantung berdebar kencang

hedonis : kesenangan materi, berfoya-foya

glamor : serba gemerlap

support : mendukung

amazing : luar biasa

public speaking : berbicara di depan umum, MC ( Master of Ceremony )

sharing : membagikan

babu : asisten / pembantu rumah tangga

melurug : berjalan menuju, dengan perasaan menggebu – gebu

human trafficking : penjualan manusia

role model : contoh / panutan

pap smear: prosedur mendeteksi kanker serviks

chaos : kekacauan

kontribusi : keterlibatan, sumbangan

nakes : tenaga kesehatan

menginisiasi : memberikan ide awal

expired : habis masa berlaku

diapresiasi : direspon/dihargai

recognized : mencabut kewarganegaraan ( kewenangan pembatalan hanya dimiliki Presiden )

traveling : bepergian

klaim : tuntutan suatu fakta

contributor: penyumbang

editing : pengeditan ( video )

 

*Judy sering membagikan kegiatannya di Facebook Judy Houyai Judy Houyai.

@Yuli Misgiyati ( Gea Julia) -  2022 ( FB : Tahurasa Loe )

Sabtu, 06 Oktober 2018


Senangnya yah, orang Cilacap bisa jadi TOP, ngemci bareng Pembawa Acara terkenal. Selamat dan sukses untuk Mas Ageng Kiwi yaah. Semoga selalu SUKSES dan bahagia. Bisa dicontoh adik-adik nih.... semangatnya.

Senin, 01 Oktober 2018

Kalung Batang Daun Singkong




Mengenang masa anak - anak dahulu. anak - anak dahulu menggunakan tanaman dan bahan bahan yang ada di alam untuk membuat mainan. Termasuk membuat kalung. Ini caranya sederhana dan mudah. Tinggal ambil satu tangkai daun singkong, lalu patahkan daun - daunnya dan disisakan sedikit sebagai liontin. Selanjutnya dari ujung daun dibagi menjadi dua. Ambil salah satunya patahkan, lalu tarik / ambil kulit bagian luar sehingga terbagi menjadi dua bagian. Tarik dan patahkan lagi dengan panjan gsesuai keinginan. Begitu seterusnya, sampai habis. Sudah jadi. tinggal dipakai saja. OK Selamat bermain ya adik - adik cantiiikkk.. Salam bahagia.

Minggu, 23 September 2018

                                                                             ini cover
wow bangets mereka !!

Jumat, 13 Juli 2018

TERJEBAK CINTA BUTA - Luka Baru Menyayat Luka Lama

Ketika kita mengalami kebahagiaan, biasanya kita tak merasa jika kita bahagia, bahkan cenderung merasa kurang bahagia. Padahal, apa yang dicari selama ini telah kita genggam. Karena aktivitas dan kebiasaan hari - hari yang lancar, cenderung membuat kita menjadi bosan, atau boring dengan rutinitas. Bukan mencari pelarian mencari "incaran" baru untuk WA-an, atau SMSan atau like-comment-nan di media jaman canggih seperti sekarang ini.Tapi mengertilah.... kita butuh penyegaran. Jangan seperti aku.

Aku adalah insan yang tak tahu diri dan berterimakasih. Sekian tahun telah dibahagiakan dengan segala kecukupan, kini mengalami penderitaan atas keputusan hidup yang sebenarnya aku tidak pernah terlintas sedikitpun dalam pikiranku untuk melakukan semua kebodohan ini.
ya aku bodoh.
Sangat bodoh !!

Entah dimana bodohnya, tapi aku merasa telah mengambil keputusan yang keliru. Anak menjadi korban. Aku berpisah dari suamiku yang seorang Sarjana Ekonomi dan meninggalkan seorang anak perempuan yang waktu itu masih kecil, kelas 4 SD demi seorang lelaki - pemuda yang konon aku sangat cintai.

Aku mengenalnya di penghujung 2014. Seorang pemuda berumur 30 tahun kala itu . Proses kebersamaanku dengan Pemuda ini tidaklah mudah. Kehidupan Kami jalani hari demi hari dengan segala kesulitan, kebahagiaan, cerita - cerita lucu, seru dan bahkan ketegangan. layaknya hubungan sepasang kekasih, kami melakukan banyak hal. Karena kebetulan banyak persamaan diantara kami, soal musik, seni, kepribadian yang cenderung kadang alim kadang "nakal", kami memiliki hal yang sama. Kecintaan kami terhadap musik, bahkan kami tuangkan dalam beberapa video klip. yaach.. ia bahkan membuat lagu khusus tentang aku. Ia bahkan memanggilku dengan sebutan yang berbeda dengan orang lain dan terasa manis di telingaku. Ia istimewa.banyak sekali cerita antara Kami. Susah senang bersama. Kami berjualan bersama dengan tenda biru. meski itu rintisannnya, namun aku merasa mencintai kegiatan itu. dibawah terik matahari, hujan deras, petir, badai... Kami bersama - sama menikmati kehidupan ini. Kesulitan - kelsulitan macam terparah sekalipun kami lakukan bersama - sama. yah, karena awal itu Kami merasa saling menyayangi dan mengasihi. Cinta terus tumbuh. Sampai sekitar 3 tahun kebersamaan Kami.

Luar biasa hidup ini.
Kebersamaan kami timbul tenggelam mengalami surut pasang kebahagiaan. Semua menjadi berubah ketika ia BERUBAH PIKIRAN. Sejak awal ia berjanji akan menikahiku, jika aku terlepas dari suamiku. ternyata setelah sekian tahun berjalan, ia mulai berubah pikiran. Tapi aku tetap semangat. berusaham dengan segala upaya. Doa dan harapan kupanjatkan, agar semua yang kuharap dapat terwujud. Beberapa kali kami bertengkar , aku pergi, lalu kembali lagi, dia pergi lalu kembali lagi bersama lagi. Ini menunjukkan bahwa sebenarnya kami saling membutuhkan. Tapi ,,,,
ternyata ia tak menyadari ini...... Ia berubah pikiran atas desakan orang tua dan saudara - saudaranya bahwa AKU TIDAK PANTAS UNTUKNYA, karena perbedaan usia. Kami berbdea 9 tahun, aku lebih dahulu lahir dari ia.
Meski demikian, kami sepasang kekasih. Kami TIDAK CANGGUNG melakukan hal layaknya Kekasih. Sayangnya, aku melakukannya dengan cinta, sedangkan ia... ah, aku rasa tidak, cinta hanya sekitar 30 persen saja. Lambat laun, ia benar- benar berubah. Tingkah dan perlakukannnya sangat tidak menyenangkan hati. Terkadang aku makan hati melihat kelakuannya. ia masih mencari -cari dan tebar pesona pada para perempuan. Berkali - kali masalah itu menghinggapi kami. Meski begitu, sakit, kecewa, sedih, kelara - lara,  aku mencoba tetap bertahan pada HUBUNGAN YANG TIDAK SEHAT itu, karena aku TERLANJUR MENCINTAInya.

Berkali - kali Kami terjebak pada persoalan yang sama " TIDAK DIRESTUI" orang tuanya. Hal itu mendorongnya berpikiran lain lagi. ia bersedia menikahiku tapi dengan syarat, dia menikah dahulu dengan perempuan lain, lalu baru menikah denganku. Apa yang terjadi ???
Keributan, pertengkaran kembali terjadi. Bahkan sering sekali terjadi, karena hal semcam ini. apalagi jika dia diperkenalkan olel sodaranya dengan seseorang perempuan,. Karena usianya sekarang 34 tahun dan belum menikah, maka ia diperkenalkan dengan perempua. berkali - kali ini terjadi. berkali - kali pula aku mengalami sakit hati dan kekecewaan yang sangat amat dan aku pendam sendiri. bagaimana peranaanmu duhai perempuan jika ini terjadi padamu ?
Aku sering sekali menangis sendiri. Fisikku tidak seimbang. Aku sangat kurus dan  sangat tidak peduli dengan kesehatan. Pikiranku selalu kacau. Aku TELAH DIBELENGGU OLEH CINTA BUTA. Karena aku tipe SETIA, aku mencoba masih bertahan padanya. Meski berkali - kali terluka, aku masih mencoba bersama- sama dengannya dalam suka dan duka.

penderitaan batinku tidak hanya di situ. ia bahkan memilih kursus bahasa korea dan berencana  kerja di Korea. Luar biasa. rencananya ! ---- meski dalam pelaksanaannya, aku sering kali dikecewakan oleh kelakuannya, aku mencoba bertahan. Sampai akhirnya ia tes terlulis ujian kelulusan Korea. Kini ia sedang menunggu hasil.
Saat menanti hal inilah, puncak kekecewaanku berpangkal .
---------

Seiring kekecewaan yang berlanjut,
Aku dan ia mengalami kemajuan dalam bisnis yang Kami bangun. Meskipun tidak signifikan. Aku bersyukur. Kami bersama - sama dalam menyelesaikan berbagai persoalan hidup. Ia bahkan termasuk pria romantis. Ketika aku sakit , kecelakaan ( 2018 ) dan dirawat di rumah sakit, dengan setia ia menemaniku dan mengurusku layaknya mengurus istri yang sakit. Ia menyuapiku makan, menyiapkan obat yang harus aku minum, dan mengingatkan sesuatu yang aku lupa. ia bahkan bersedia menyekaku di pagi hari. Ia Pria romantis dan pengertian. namun bagaimana lagi, persoalan kembali muncul ketika ia diperkenalkan dengan seorang perempuan oleh saudaranya. aku sudah emrasa "panas" dahulu, meski ia belum bertemu. ia baru kenalan, tapi hati ini sungguh terluka.
Sampai akhirnya aku memberinya pilihan : "Jika kamu ke sana untuk menemuinya, maka kamu harus cabut dari usaha ini"
Aku memberi pilihan, agar ia berpikir dan berharap ia tetap bersamaku. namun ternyata ia lebih memilih TIDAK DATANG. itu artinya, ia akan menemui perempuan itu dan melanjutkan hidupnya TANPA AKU.

Sejak itulah.... ( saat ini ) ....aku harus beraktivitas sendiri tanpa ia. Tanpa ada yang untuk bercanda - canda......
suasana hati berubah buruk. Dunia terasa gelap !!!

Saat ini, aku tak bisa berpikir..... aku tak BERHARAP APAPUN DARI HIDUPKU SAAT INI, hanya ingin menjalani hari - hari dan aktivitasku seperti biasa : Siaran dan Berjualan, dan bisa memenuhi kebutuhan materi anakku, yang tahun ini masuk SMP.

AKU TAHU, TERKADANG KITA MERASA TAK SANGGUP TANPA CINTA, TAPI SESUNGGUHNYA, PEREMPUAN ITU LEBIH KUAT DAN HEBAT DARI APA YANG DIPERKIRAKAN SEIRING BERJALANNYA WAKTU....

Ya Allah kuatkan aku ....
by Gea Julia

Senin, 26 Maret 2018

idn aku perempuan



Sabtu, 17 Maret 2018

Sabtu, 10 Maret 2018

Minggu, 29 Oktober 2017

Kenangan itu Mengukir Sepanjang Waktu

Kenangan itu Mengukir Sepanjang Waktu

"Eit..eit..stop stop ! Pelan-pelan....." Teriaknya.
Aku menghentikan laju sepeda motor bututku. "Iya sebentar, aku juga lagi nyari keseimbangan..."
"Jangan banter-banter, mau roboh,nih.."
"Iyahh..."
Ia menyelaraskan gerobak yang dipegangnya dengan laju sepeda motor yang kukendarai. Ya, Kami, malam tadi baru saja mengusung gerobak jualan Kami ke rumah. Dari lokasi Jalan Flores ke kota. Sekitar jam setengah satu dini hari, Kami start.
Ia, memegang Gerobak dengan posisi membelakangiku, sementara aku menyetir motor dengan keseimbangan yang sangat kacau. Karena ketika aku pakai gigi satu, waah..kacau, enggak jadi. Pakai gigi dua, keseimbangan masih gak bener, stang egal-egol. Selama perjalanan beberapa meter, kakiku melambai ke jalan raya. Sebab kalau banter sedikit saja, gerobak oleng, karena memang Gerobak Kami tinggi, karena desain untuk dalam ruangan tapi dirombak jadi luar ruangan, sehingga kesannya ramping banget.

Malam itu, di tengah rintik hujan, aku dan ia bersama- sama satu tekad " membawa gerobak sampai di rumah "
"Memangnya harus malam ini, Mas?" tanyaku meyakinkan ketika itu.
" Ya, iyalah. Kan aku sudah menyiapkan rodanya, tadi udah  aku pompa "
Yah, meski agak malas karena ngantuk dan capek, sudah beraktivitas seharian, aku berusaha bisa membuka mata dan menyetir motor dengan mencari keseimbangan yang sesuai. Parahnya lagi, gerimis yang kian lama kian deras menambah suasana jadi semakin miris.

Yah, Kami berusaha sekuat tenaga agar Gerobak bisa melaju seiring jalannya sepeda motor tanpa roboh. Karena kalo roboh, sudah pasti, kaca-kacanya pecah, dan pasti butuh biaya lagi untuk memperbaikinya.
Akhirnya Kami berjalan pelan-pelan... sangat pelan. Paling berjalan sekitar 0,5 km per jam.

Di jalan Raya Gatot Subroto, Kami berhenti. Aku mencoba tukar posisi. Ia yang menyetir, dan aku yang memegang gerobak. Kami mencoba. dan.. aoowww..ternyata..
"stop stop stop..Mas, aduh.. hahahakkk.."
"kenapa?"
"Jangan banter-banter..."
" Ya udah, kayak tadi aja, kamu yang depan, aku belakang"
Kami bertukar peran lagi seperti semula.
Yah...Kami berjalan sangat pelan. Sangaaatt pelan... Kami tahu, meski wss weess... mobil-mobil yang mendahului Kami begitu kencang seperti lesatnya busur panah."whuuuzzzz"!!! Tapi Kami tetap pada perjalanan yang pelan...tetapi pasti...

Di tengah perjalanan, aku terkadang melamun...diam...sangat menikmati perjalanan yang sangaaaat pelan ituu.... Tetapi aku merasakan seperti ada yang sangat syahdu... Tak segeserpun, kadang Kami melaju, sangat lancar dan nyaman ...padahal Kami sangat pelan.... roda-roda berputar dengan sangat asyik... sampai Ia menyadari bahwa aku menikmati perjalanan ini....
"hey, kenapa,lu ?" tanya ia.
" He he... enggak apa-apa... asyik ajah, aku baru ngliyatin lukisan graffitt\y baru aja di tembok sebelah tadi..."
" Owh..."
" Kamu juga kan?"
" Iya..."
Hmm... Kami terus melaju....
Di Alfamart dekat RSUD, kami berhenti.
" Aku mau ke toilet"
" Ya udah Kita istirahat, sekalian Kamu beli minum sanah !"
"Iya !"
Aku melepas helem, mantel, tas rangsel yang kuletakkan di dadaku, dan lelepas tas Laptop di punggungku. Ia membantu melukarnya. Kami bersama-sama....

Aku masuk ke Alfa, dan bla bla bla...selesai itu, Kami masih menikmati minuman dan ia mencoba menghangatkan badan dengan menyalakan selinthing rokok.
Motor dan Gerobak Kami parkir di tepi jalan raya yang sudah sangat sepi. Kira- kira jam setengah dua pagi. Hujan semakin deras. Yah... Kami menanti hujan reda....

" Udah, kamu pulang aja sana, kan udah hampir sampai, biar aku dorong sendiri gerobaknya"
Aku tersenyum " Enggak,Mas... biar aja, enggak apa-apa..."
" Kan besok kamu masuk pagi kerjanya "
" Enggak apa-apa... udah tanggung... ini aku udah enak nyetirnya, udah bisa seimbang"
" Bener nggak apa-apa?"
" Iya..."
Dalam hati aku berkata " aku akan tetap menemanimu sampai Kamu tiba di rumah"...hmm.. Jangankan hujan, badai seperti ini... mati bersamamu pun aku sanggup !!
Tidak tahukah kamu bahwa aku sangat sayang dan mencintaimu....??

Ya, sesaat kemudian hujan reda, Kami memulai perjalanan kembali. Di tengahnya kemudian, aku ke POM Bensin, karenabensin yang diisi baru saja, pasti tinggal sedikit. yah... Ia menantiku di tepi pinggir jalan raya, sementara aku mengisi bensin.

Menit berikutnya, Kami memulai berjalan  kembali...

Wheeezzz!! sebuah mobil menyalip Kami dengan tanpa perasaan! Hampir saja !!
Dan.... ketika sampai di Jalan Jendral Soedirman... serasa aku sedang mengikuti pawai Pembangunan.
Tiba- tiba aku tertawa
" Kamu kenapa ?" Ia keheranan mendengarku yang tiba-tiba tertawa. Dan melihat orang-orang yang masih melek malem itu melihat Kami juga terheran-heran.

"Kamu tahu apa yang ada dalam pikiranku ?"
" Apa?"
" Kita seperti sedang mengikuti Pawai Pembangunan ! Hahaha... " Kulaju kendaraan di tengah jalan raya tepat di tengah garis putih lalu kuberteriak " Ya.. sodara-sodara!! sesaat lagi kita akan sampai di Panggung Kehormatan,.. Dan Bupati siap menyambut kedataangan kitaaaah...hahaaaa!! yuhuuuiiii......"

Hampir sampai alun-alun... laju kendaraan Kami sangat pelan. Aku tahu, Kami sangat mengantuk dna lelah karena aktivitas harian, tetapi Kami punya semangat satu : membawa gerobak sampai ke rumah !

Yah... hampir sampai... dan ia memutuskan untuk mendorong gerobak. Ia turun dari boncengan dan mendorong gerobak yang jaraknya tinggal beberapa meter saja.
"Sudah, kamu duluan aja ke rumah sanah !! Tas laptopnya jangan lupa !"
"Iyah "
Meski aku bilang iya, tetapi aku tetap mengiringi langkahnya, akrena aku tahu, sebentar nanti pasti dia akan kesulitan mendorong gerobak, ketika menyeberang/melompati rel kereta.
Benar saja, di tengah rel, gerobak terhenti. dan ia butuh bantuan.
akupun turun menangkap gerobak agar tak lolos ke jalanan dan roboh.

Yahhh..alhamdulillah, Kami sampai juga. Meski hujan masih membasahi tubuh Kami, Kami masih bisa tersenyum, Bahagia !! Gerobak selamat sampai tujuan.

Aku bangga padanya. Kulihat senyum bahagia di bibirnya, meski agak malu ia tunjukkan padaku. Dan aku semakin melihat kegantengannya yang kian nyata saat derai air hujan membasahi wajahnya. Bagiku, ia seksi dengan keringat di wajah... yang sungguh lukisan alam membuatnya begitu.
Dan...malam itu benar- benar menjadi malam paling indah dalam kenangan Kami, dari sekian banyak  peristiwa yang menggores di kehidupan aku dan dia.

Aku sungguh-sungguh menikmati perjalanan itu...

Perjalanan malam itu, sama halnya dengan cinta kita.... perlahan - lahan jalannya... dengan banyak godaan, banyak sentilan , terlihat tidak sesuai, tidak cocok, tetapi tetap sejalan....terkadang tidak-seimbang, tetapi kadang selaras, kadang menyakitkan  seperti gelombang jalan yang menggoyahkan gerobak itu, tetapi tetap berdiri kokoh di tengah gempuran air yang turun dari langit...terkadang aman terkendali, lurus bahkan menghanyutkan....

"yahh.. seperti itulah cinta kita "
Semoga selamat sampai tujuan... aamiin ...
untukmu aku persembahkan..cinta yang syahdu ini..
aku membanggakanmu... sampai terhenti nafasku..

Cilacap, 30 Oktober 2017

Tidak ada dokumentasi untuk peristiwa itu, karena Kami tahu, Allah telah merekamnya. Dan di benak Kami telah terekam dengan sangat kuat, tak kan terhapus waktu, zaman atau apapun ! Semua telah mengukir di dalam hati Kami.

Apapun yang terjadi nanti pada Kami.... telah banyak kenangan indah Kami bersama, dan tak ada yang dapat merampasnya... dari ingatan Kami.  pun jika salah satu dari Kami mati.....

Begini kira - kira ilustrasinya ....
by Gea Julia Misgi

by Gea Julia Misgi